Selasa, 05 Februari 2013

Pemulihan Ekonomi China Berlanjut


Aktivitas manufaktur di China meningkat pada Januari, dua survei terpisah menunjukkan Jumat, tetapi mereka berbeda pendapat tentang apakah pemulihan melambat atau lebih cepat. Indeks manajer pembelian resmi (PMI) tercatat 50,4 pada Januari, sedikit menurun dibanding 50,6 pada bulan sebelumnya, menurut Federasi Logistik dan Pembelian China dan Biro Statistik Nasional.

Bank Inggris, HSBC mengatakan PMI akhir untuk Januari mencapai tingkat tertinggi dua tahun 52,3 naik dari 51,9, angka yang dirilis minggu lalu dan 51,5 pada Desember. Survei tersebut lebih fokus pada perusahaan-perusahaan kecil.

PMI adalah barometer yang banyak dilihat dari kesehatan ekonomi China, dengan angka di atas 50 menunjukkan ekspansi sementara di bawah angka tersebut menunjukkan kontraksi.

Pembacaan resmi bergerak ke wilayah negatif selama dua bulan dari Agustus ketika pertumbuhan ekonomi pada posisi rendah selama lebih dari tiga tahun di tiga kwartal, sebelum kembali ke wilayah positif dengan posisi 50,2 pada Oktober dan 50,6 pada November.

Tetapi hasil Januari adalah lebih rendah dari perkiraan median dari 51,0, demikian menurut 10 ekonom yang disurvei oleh Dow Jones Newswires.

Qu Hongbin, ekonom berbasis di Hong Kong dengan HSBC, mengatakan dari bacaan perbankan dalam sebuah pernyataan: "aktivitas manufaktur China terus meningkat didukung oleh perbaikan kondisi dalam negeri. Kami melihat sinyal membaik dari pemulihan pertumbuhan berkelanjutan dalam beberapa bulan mendatang."

Perekonomian China tumbuh 7,8 persen tahun lalu, angka terendah tahunan sejak 1999, sehubungan dengan pelemahan yang terjadi di pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Tapi ekonomi tumbuh 7,9 persen dalam tiga bulan terakhir 2012 dari tahun sebelumnya karena produk industri dan penjualan ritel menguat.

The People’s Bank of China menurunkan suku bunga terakhirnya pada Juli tahun lalu dan bahkan menggunakan operasi pasar terbuka untuk meningkatkan likuiditas guna mendukung ekonomi.

Bank sentral mengatakan pihaknya mulai melakukan operasi jangka pendek untuk mengelola likuiditas di pasar uang, yang menurut analis akan menjadikan kebijakan lebih fleksibel. demikian Analisa daily melaporkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar