Senin, 04 Februari 2013

Selandia Baru Pertahankan Suku Bunga di Rekor Terendah


Bank Sentral Selandia Baru, Kamis, mempertahankan suku bunga utamanya pada rekor terendah 2,5 persen, mengatakan pihaknya memperkirakan pertumbuhan ekonomi meningkat dan inflasi rendah di tahun mendatang. Bank Sentral Selandia Baru (Reserve Bank of New Zealand) mengatakan, pertumbuhan global ditetapkan untuk pulih pada 2013 dan perekonomian domestik tampaknya telah mengabaikan "pelemahan" yang terlihat pada pertengahan tahun lalu.

Gubernur Bank Sentral Graeme Wheeler mengatakan, inflasi berada di bagian terbawah kisaran target 1,0-3,0 persen dan diperkirakan akan meningkat sedikit selama setahun karena aktivitas di sektor konstruksi meningkat.

"Secara keseluruhan, kami perkirakan pertumbuhan ekonomi menguat selama tahun mendatang, mengurangi kapasitas cadangan dan membawa inflasi perlahan kembali ke target tengah dua persen," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Pada keseimbangan, itu masih sesuai untuk OCR (official cash rate) menjadi dipertahankan di 2,5 persen."

Suku bunga acuan di Selandia Baru tidak berubah sejak Maret 2011, ketika bank menetapkannya pada tingkat terendah selama ini untuk membantu melindungi ekonomi dari dampak gempa Christchurch pada bulan sebelumnya. demikian analisa daily melaporkan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar