Sabtu, 09 Februari 2013

Senat AS Sahkan RUU Tambahan Pagu Utang


Senat AS hari Kamis (Jum’at, WIB) mengesahkan RUU yang memperkenankan pemerintah tetap bisa meminjam uang paling tidak hingga 19 Mei tahun ini. Langkah serupa sebelumnya juga sudah dilakukan oleh DPR yang dikuasai Republikan, dan tahap berikutnya ialah pada Presiden Barack Obama, yang akan menandatanganinya menjadi undang-undang.

Pertimbangan untuk RUU tersebut, yang akan mengizinkan Departemen Keuangan AS meminjam di luar batas (pagu) hutangnya sekarang ini $16,4 triliun, tidak disertai dengan usaha Republikan untuk memperkecil pengurangan anggaran belanja dari Obama.

Dalam dua tahun terakhir, Republikan di DPR telah membuat gusar banyak pemilih dan pasar keuangan karena mendesak pemerintah hingga berada di ambang penghentian operasional dan mengalami default (gagal bayar hutang) yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Mendapat kecaman melalui opini publik yang mengkritik mereka (Republik) untuk konsekuensi seperti itu, akhirnya Republik memutuskan mencoba taktik yang tidak begitu destruktif di dalam usaha pengurangan defisit mereka.

Senat yang dipimpin Demokrat mengesahkan RUU itu dengan perbandingan suara 64-34, sepekan setelah DPR yang dikuasai Republik menyetujuinya dengan perbandingan suara 285-144. Kedua pemungutan suara itu dilakukan oleh kedua partai negara adidaya tersebut.

RUU itu akan berlaku hingga paling tidak 19 Mei, yang selama ini menjadi pertikaian tentang pagu hutang antara Republikan, yang menginginkan lebih banyak pengurangan anggaran belanja guna menurunkan defisit, dan Demokrat yang ingin menurunkan defisit dengan pengurangan belanja dan kenaikan pajak. Demikian Analisa Daily Melaporkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar