Senin, 31 Desember 2012

Unemployment Rate


Tahukah Anda kenapa banyak sekali data yang memperlihatkan Unemployment tersebut. Setiap bulan dipastikan data tersebut muncul di masing-masing negara yang tertera dalam kalender ekonomi. Sebetulnya apa saja sih pengaruhnya terhadap market, dan bagaimana mengantisipasi dari gejolak pasar akibat news Unemployment Rate itu? Disini Anda akan mempelajari Unemployment Rate beserta pengertian dan pengaruhnya terhadap pasar.

Pengertian Unemployment Rate
Dalam arti Indonesia Unemployment Rate adalah data untuk laporan pengangguran. Dan definisi dari Unemployment Rate adalah tunjangan kepada orang-orang yang tidak bekerja karena tidak mendapatkan pekerjaan.

Pengangguran terjadi ketika orang tidak bekerja dan sebenarnya mereka masih mampu serta aktif bekerja. Tingkatan pengangguran merupakan ukuran prevalensi yang dihitung dengan membagi jumlah para penganggur oleh semua individu saat ini di angkatan kerja. Selama periode resesi, ekonomi biasanya mengalami tingkat pengangguran yang relatif tinggi. Dalam sebuah berita di tahun 2011, BusinessWeek melaporkan, “Lebih dari 200 juta orang di dunia tidak memiliki pekerjaan. Hal ini merupakan rekor tertinggi dalam sejarah, karena hampir dua pertiga penduduk negara maju dan setengah dari negara-negara berkembang mengalami perlambatan pertumbuhan lapangan kerja“.

Di AS, orang dianggap menganggur jika mereka mampu dan mau bekerja, tetapi mereka tidak memiliki pekerjaan. Laporan dirilis stelah mereka secara aktif mencari pekerjaan dalam waktu 4 minggu terakhir tapi tidak kunjung menemukan pekerjaannya. (Tingkat pengangguran tidak termasuk paruh waktu atau 'setengah menganggur' dari orang yang aktif mencari pekerjaan penuh waktu). Sedangkan untuk usia angkatan kerja mencakup semua orang dimulai dari usia 16 tahun ke atas.

Pentingnya Data Unemployment Rate
Angka Tingkat Pengangguran adalah sosok yang paling populer digunakan untuk memberikan gambaran kondisi pasar tenaga kerja. Unemployment Rate dapat digunakan sebagai indikator perubahan data non-farm payrolls serta indikator kunci lain dari pasar tenaga kerja AS.

Karena bank sentral bertindak di bawah tekanan yang ketat untuk menjaga pengangguran di bawah kontrol karena inflasi, pengangguran yang tinggi sering menempatkan tekanan pada suku bunga yang mempengaruhi devisa. Jika terjadi tekanan suku bunga, maka bank sentral akan berusaha meningkatkan perekonomian dengan memperbaiki situasi lapangan kerja.

Secara umum, pengangguran merupakan indikasi dari produksi ekonomi, konsumsi swasta, pendapatan para pekerja, dan sentimen konsumen. Jika pengangguran sudah teratasi karena sudah mendapat gaji, maka akhirnya akan mengarah ke belanja konsumesi yang lebih tinggi, pertumbuhan ekonomi dan tekanan inflasi potensial. Hal ini akan mendongkrak nilai domestik negara tersebut semakin membaik. Sebaliknya, jika tingkat pengangguran yang tinggi dengan pendapatan masyarakat yang rendah, maka dapat dipastikan pengeluaran akan lebih rendah, dan ekonomi akan mulai mengalami stagnan atau penurunan.

Kesimpulan
Unemployment Rate merupakan data terpenting sebelum adanya rilis non farm payroll. Jika Anda melihat pelemahan pada Unemployment Rate, maka pada non payroll kemungkinan besar akan mengalami pelemahan pula. Jika orang-orang sudah mendapatkan pekerjaan dan menerima gaji, akibatnya daya beli konsumen bakal meningkat. Percepatan ekonomi bakal meningkat dan menyebabkan banyak investor yang terus berinvestasi di negara tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar